<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mari Bicara dari Hati</title>
	<atom:link href="http://azmaelyahrib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com</link>
	<description>Aku, Kamu adalah Kita yang Menyatu dalam Kata</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jun 2010 02:21:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='azmaelyahrib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mari Bicara dari Hati</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azmaelyahrib.wordpress.com/osd.xml" title="Mari Bicara dari Hati" />
	<atom:link rel='hub' href='http://azmaelyahrib.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Biji Labu dapat Meningkatkan IQ</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/06/07/biji-labu-dapat-meningkatkan-iq/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/06/07/biji-labu-dapat-meningkatkan-iq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 02:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Farmasi_ku]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[IQ]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Labu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Para ahli menjuluki biji labu sebagai makanan otak yang penting karena merupakan sumber zat besi yang baik. Zat besi merupakan mineral yang berperan mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan otak, yang kemudian meningkatkan konsentrasi dan ingatan. Masalahna, banyak perempuan yang kekurangan zat besi. Di Amerika, menurut Elizaeth Somer, M.A.,R.D., dalam bukunya Food and Mood, 80% perempuan kekurangan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=116&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_119" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/06/images-copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-119" title="images copy" src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/06/images-copy.jpg?w=300&#038;h=219" alt="Si Labu yang Cerdas" width="300" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Si Labu yang Cerdas</p></div>
<p>Para ahli menjuluki biji labu sebagai makanan otak yang penting karena merupakan sumber zat besi yang baik. Zat besi merupakan mineral yang berperan mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan otak, yang kemudian meningkatkan konsentrasi dan ingatan. Masalahna, banyak perempuan yang kekurangan zat besi.</p>
<p>Di Amerika, menurut Elizaeth Somer, M.A.,R.D., dalam bukunya Food and Mood, 80% perempuan kekurangan zat besi. Dalam sebuah tes konsentrasi yang dilakukan baru-baru ini di Amerika, para peneliti menemukan, setiap orang yang mendapat angka rendah, menderita kekurangan zat besi.</p>
<p>Untuk mencegah hal ini, Somer menganjurkan makan segenggam penuh biji labu 3 kali seminggu. Menurutnya, cara ini sudah dapat memberikan zat besi yang memadai untuk membuat IQ tinggi.</p>
<p>Jendela Informasi Online_by</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=116&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/06/07/biji-labu-dapat-meningkatkan-iq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/06/images-copy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">images copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No Way Back (Tidak Ada Jalan Mundur)</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/23/no-way-back-tidak-ada-jalan-mundur-2/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/23/no-way-back-tidak-ada-jalan-mundur-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 11:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Mereka]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[no excuse]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi, inspirasi, isa Alamsyah, no way back, no excuse, artikel, renungan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=88&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Assalamualaikum kawans&#8230;. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hanya ingin sekedar share.. dari yang dah Azme&#8217; baca&#8230; hehehe met baca ya.. semoga manfaat! SALAM BISA KAWANS!!!</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_89" class="wp-caption alignleft" style="width: 111px"><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/05/n362657420944_38432.jpg"><img class="size-medium wp-image-89" title="n362657420944_3843" src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/05/n362657420944_38432.jpg?w=101&#038;h=300" alt="Salam Bisa!" width="101" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salam Bisa!</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ketika Thaoriq bin Jiyad mendarat di Eropa untuk membebaskan manusia dari perbudakan sesama manusia, langkah pertama ketika mendarat adalah membakar kapalnya sehingga pasukannya tahu tidak ada jalan kembali kecuali bertahan atau berhasil.</p>
<p>Ketika dalam suatu pertempuran banyak tentara yang lari mundur, Khalid bin Walid memerintahkan wanita berbaris dibarisan belakang dengan tugas menghadang siapa saja pria yang mundur dari medan pertempuran.<span id="more-88"></span></p>
<p>Ketika pasukan Rusia melawan Nazi Jerman yang sangat kuat, mereka menggunakan sistem pertahanan berlapis. Lapis pertama bertugas menghalau tentara Jerman. Lapis kedua untuk menembak lapis pertama kalau mundur sebelum diperintahkan. Jika lapis pertama kalah dan diperintahkan mundur, maka lapis pertama akan mundur akan bergabung dengan lapis kedua, dan dibelakangnya ada lapis ke tiga yang siap menembak lapis pertama dan kedua kalau mundur sebelum diperintahkan.<br />
Sistem ini membuat tentara di front depan tidak punya pilihan kecuali melawan Jerman. Kejam memang tapi Rusia adalah salah satu yang gagal dikuasai Nazi Jerman di PD2.</p>
<p>Katika Umar Mochtar melawan penjajahan Italy di Libya, ia membuat Italy sampai lima kali ganti jendral karena tidak pernah menang. Salah satu keberanian pasukan Umar Moctar ditunjukkan dengan mengikat lutut mereka dengan simpul mati ketika sudah dalam posisi stand by di padang pasir, sehingga mereka tidak bisa lari sekalipun sudah terjepit.</p>
<p>Apa intisari kumpulan kisah ini?<br />
Seringkali kita membiarkan diri kita gagal dalam usaha, dalam prestasi di sekolah, dalam keluarga, karena kita terlalu banyak menyiapkan kemungkinan untuk mundur sehingga tidak serius dan tidak fokus pada apa yang kita lakukan.</p>
<p>Strategi no way back, banyak berhasil karena memang tidak memberikan pilihan pada kita untuk mundur.</p>
<p>Dalam hidup sebenarnya banyak sekali tuntutan no way back, hanya saja kita tidak menyadarinya.<br />
Ketika kita memutuskan punya anak itu no way back.<br />
Kita tidak bisa mengembalikan anak ke rahim karena tidak punya penghasilan cukup.<br />
Seandainya bayi kita punya kemampuan seperti lapis kedua tentara rusia , atau wanita yang menjaga front belakang pasukan Khalid bin Walid, mungkin kita bekerja sungguh sungguh.<br />
Seandainya bayi kita bisa menuntut kesejahteraan sebagaimana debt collector menagih kita dengan kasar kita mungkin bisa bekerja lebih keras.</p>
<p>Sebagian besar manusia butuh di semangatkan atau dipaksa untuk maju.<br />
Kita bahkan perlu memaksa diri kita untuk maju.<br />
Untuk membuat kita sukses, kita harus memanupulasi diri kita dengan</p>
<p>Membuat hukuman sendiri<br />
Salah satu ide adalah membuat hukuman-hukuman yang kita ciptakan sendiri supaya kita patuh pada tujuan untuk sukses.<br />
Ini adalah bentuk paling sederhana yang no risk tapi juga daya manipulasinya rendah adalah membuat hukuman sendiri.<br />
Hukuman bisa bisa drastis bisa berbentuk fisik tapi harus membuat kita jera.<br />
Bentuk yang sederhana dan menyiksa tapi menyehatkan misalnya :<br />
Misal, kalau saya nilai ujian di bawah 8 saya akan push up 100 kali untuk setiap test.<br />
Kalau saya gagal bisnis ini, saya akan jogging setiap hari selama 1 minggu selama 1 jam sehari.<br />
Kalau saya ngomel pada anak tanpa alasan proporsional, saya akan sit up 20 kali.</p>
<p>Bentuk paling dramatis No Way Back adalah mengambil resiko.<br />
Saya berhenti kerja supaya bisnis ini sukses, kalau tidak sukses tidak ada penghasilan lain.<br />
(Cara ini tidak di anjurkan untuk yang punya tanggungan keluarga, kalau anak muda masih ditanggung orang tua mungkin bisa, tapi jika Anda bukan tipe risk taker strategi ini bisa jadi bumerang)</p>
<p>Silahkan pikirkan yang cocok untuk Anda yang penting kita harus mulai sering memanipulasi diri kita agar jangan mudah mundur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Oleh. Isa Alamsyah, Penulis Buku NO EXCUSE ^^</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=88&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/23/no-way-back-tidak-ada-jalan-mundur-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/05/n362657420944_38432.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">n362657420944_3843</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya&#8230;</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/19/akhirnya/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/19/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 22:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[cap cuap<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=73&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm dah lupa kapan terakhir ngeposting..<br />
ngintiip duluuu yuk&#8230; *LOL* =D<br />
&#8230;&#8230;<br />
dan ternyata terakher tuh awal maret kemaren&#8230;<br />
wahh dah dua bulan lebih! ckckckckckkc&#8230;&#8230;&#8230; lamaaaa juga ya&#8230; &#8216;,&#8217;<br />
yawdahlah&#8230;.<br />
skarang yang terpenting ku nongol lage kan&#8230;?<br />
jiaaaah ~~ wkwkwkwkw&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
truss mauu ngapainnn nehh? BENGONG?<br />
aw ahh gelap&#8230;.:D<br />
hmmmm mau ngumung apa neh&#8230;?<br />
dudududud&#8230;&#8230;&#8230;. ya jelasnya ne hariii akuuh seneeeeeeeeeeng banget..<br />
meski masih awal&#8230; ya masa the first step! tapiii trasa menenangkan..<br />
trimakasih ya Allah, pertolonganmu begitu dekat &#8230;<br />
sangaaaaaaat dekat&#8230; I LOVE U FULLL FULL my GOD&#8230; hik hik hik&#8230;<br />
INdaaaahh! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=73&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/05/19/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepompong &#8220;Karena Kau Sahabatku&#8221;</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/08/kepompong/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/08/kepompong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kau dan Aku]]></category>
		<category><![CDATA[catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[kepompong]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Dulu kita sahabat Dengan begitu hangat Mengalahkan sinar mentari Dulu kita sahabat Berteman bagai ulat Berharap jadi kupu-kupu Bridge: Kini kita berjalan berjauh-jauhan Kau jauhi diriku karena sesuatu Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan Namun itu karena ku sayang Reff : Persahabatan bagai kepompong Mengubah ulat menjadi kupu-kupu Persahabatan bagai kepompong Hal yang tak mudah berubah <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=68&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_99" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054433444662_1340585051_30122347_5300947_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-99" title="3093_1054433444662_1340585051_30122347_5300947_n" src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054433444662_1340585051_30122347_5300947_n.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Karena Kau Sahabatku" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Karena Kau Sahabatku</p></div>
<p>Dulu kita sahabat<br />
Dengan begitu hangat<br />
Mengalahkan sinar mentari</p>
<p>Dulu kita sahabat<br />
Berteman bagai ulat<br />
Berharap jadi kupu-kupu</p>
<p>Bridge:<br />
Kini kita berjalan berjauh-jauhan<br />
Kau jauhi diriku karena sesuatu<br />
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan<br />
Namun itu karena ku sayang<span id="more-68"></span></p>
<p>Reff :<br />
Persahabatan bagai kepompong<br />
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu<br />
Persahabatan bagai kepompong<br />
Hal yang tak mudah berubah jadi indah<br />
Persahabatan bagai kepompong<br />
Maklumi teman hadapi perbedaan<br />
Persahabatan bagi kepompong</p>
<p>Hmm masih ingatkan dengan lirik lagu ini&#8230;? pasti ingat dong ^^<br />
yuhup ini sumpah ngembaliin aku ke masa  lalu&#8230; huiii masaaaa so sweet abiz&#8230;. ^0^<br />
jadii rinduuuuuuu hik hik&#8230;. oh sahabat&#8230;..</p>
<p>Sahabat&#8230;. ya sahabat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat adalah dia yang selalu ada disaat seluruh dunia menjauh…karena, persahabatan itu seperti tangan dan mata, disaat mata menangis, tanganlah yang mengusap air mata dan ketika tangan terluka, matalah yang menangis&#8230;..<br />
seorang sahabat akan hadir bukan di saat kita sedang tertawa..<br />
tapi sahabat akan hadir saat deraian air mata mengalir..<br />
seorang sahabat tak mudah untuk menemukannya.,<br />
tapi seorg teman itu mudah untuk mencarinya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=68&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/08/kepompong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054433444662_1340585051_30122347_5300947_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">3093_1054433444662_1340585051_30122347_5300947_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa ini..?</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/ada-apa-ini/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/ada-apa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 10:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Meii New Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kepahitan ini,,, Sungguh kuharap seteguk bahagia Hapuskan lara, dalam bimbang yang sangad,,, Penghianatan,,, Dendam.. Kedengkian,,, Amarah,,,, Tlah ajarkan aku tentang egoku… Maka ketika pahit itu datang’’’ Aku tahu bahagiakan bersembunyi… Berdiam bisu tanpa kata,,, Ia kalah oleh egoku,,,, Akupun kalut dalam laraku…. Hikz hikz… My room,<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=61&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kepahitan ini,,,</p>
<p>Sungguh kuharap seteguk bahagia</p>
<p>Hapuskan lara, dalam bimbang yang sangad,,,</p>
<p>Penghianatan,,,</p>
<p>Dendam..</p>
<p>Kedengkian,,,</p>
<p>Amarah,,,,</p>
<p>Tlah ajarkan aku tentang egoku…</p>
<p>Maka ketika pahit itu datang’’’</p>
<p>Aku tahu bahagiakan bersembunyi…</p>
<p>Berdiam bisu tanpa kata,,,</p>
<p>Ia kalah oleh egoku,,,,</p>
<p>Akupun kalut dalam laraku….</p>
<p>Hikz hikz…</p>
<p>My room,180809</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=61&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/ada-apa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GILA no 13</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/gila-no-13/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/gila-no-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 04:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sinopsis untuk sebuah cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[gila. curhat. puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak tahu, apakah aku benar-benar gila. uhhhhh jika ia, kira-kira ini penyakit gila no berapa?. atau jangan-jangan justru orang-orang di sekelilingkulah yang gila? tapi TIDAK&#8230; karena akulah yang gila!!! lihat, apa yang telah aku lakukan? orang waras takkan pernah melakukan hal bodoh ini. atau malah aku yang terlalu melebihkan pengertian dan defenisiku ini? akhhhhhh <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=44&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aku tidak tahu, apakah aku benar-benar gila. uhhhhh jika ia, kira-kira ini penyakit gila no berapa?. atau jangan-jangan justru orang-orang di sekelilingkulah yang gila? tapi TIDAK&#8230; karena akulah yang gila!!! lihat, apa yang telah aku lakukan? orang waras takkan pernah melakukan hal bodoh ini. atau malah aku yang terlalu melebihkan pengertian dan defenisiku ini? akhhhhhh fuck! aku kira ini murni gila? tapi gila kenapa? aku masih bisa membedakan mana yang harusnya ku laku dan mana yang tidak. toch tindakku masih wajar-wajar saja. tapi aku gila! aku benar-benar gila&#8230;.!!!<span id="more-44"></span></p></blockquote>
<p>Itu sepenggal tulisan yang aku temukan di balik kertas milikku, aku merasa bingung apa maksud tulisan ini&#8230;. wadauh jangan-jangan ada yang menginginkan aku gila. Kenapa harus menulis di kertas milikku. eitssss tapi tunggu dulu. ini asli tulisan tanganku. hmmm TIDAK&#8230;&#8230; aku tak pernah gila!  hufffh ku coba mengingat-ingatnya, hingga akhirnya aku kembali ke masa laluku. masa penuh amarah dan dendam. setahuku masa itu adalah masa terberat dalam kehidupanku. ketika aku harus belajar dan mencari jati diriku&#8230;. sebuah masa yang telah berhasil melululh lantakkan mimpi dan citaku. sebuah masa yang tak pernah ingin ku kenang hingga akhirnya aku menemukan kertas bertulisakan tulisan tanganku. Aku Gila!</p>
<p>hhahahaha&#8230;&#8230;&#8230;.hihihihihihi&#8230;&#8230;&#8230;..huhuhuhuhuu&#8230;&#8230;&#8230;..Arghhhhhhh,,,,,,,,,, Tapi AKU WARAS&#8230;!!!</p>
<p>Tulisan yang mengada-ada</p>
<p>Dari jiwa yang tak jelas, Di tengah hari di maret ceria^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=44&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/06/gila-no-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat tuk sahabatku….</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/05/surat-tuk-sahabatku%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/05/surat-tuk-sahabatku%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 00:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Maaf jika surat ini kutujukan untukmu, mungkin terlalu naif bagi ku tuk mengagungkan atau melebaykan persahabatan ini, hingga harus bersusah-susah menulis surat untukmu. Aku tak pernah tahu kamu menggagapku apa dan bagaimana, aku tak perlu jawaban atas itu. Bukankah cinta itu memberi?? Maka tak salahlah jika kumencinta tanpa harus di cinta. Yah sahabat ku mencintaimu <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=37&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054437404761_1340585051_30122359_3135036_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-101" title="3093_1054437404761_1340585051_30122359_3135036_n" src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054437404761_1340585051_30122359_3135036_n.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Maafkanku" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Maafkanku</p></div>
<p>Maaf jika surat ini kutujukan untukmu, mungkin terlalu naif bagi ku tuk mengagungkan atau melebaykan persahabatan ini, hingga harus bersusah-susah menulis surat untukmu. Aku tak pernah tahu kamu menggagapku apa dan bagaimana, aku tak perlu jawaban atas itu. Bukankah cinta itu memberi?? Maka tak salahlah jika kumencinta tanpa harus di cinta. Yah sahabat ku mencintaimu karenaNYA. Itu segelintir rasa yang kurasa, tapi cukup mewakili apa yang dihatiku..<span id="more-37"></span></p>
<p>Yahh 2 tahun lebih kita arungi hidup dalam kesibukan yang sama, hingga duka suka tlah menjadi makanan jamak bagi kita. Namun waktu itu tak cukup membuatku mengerti tentangmu. Pertengkaran memang menjadi menu dalam kebersamaan kita, mulai pertengkaran kecil hingga besar… ah itu biasa buat kita. Tapi hari ini, entah mengapa hari ini begitu berbeda, aku bahkan tak merasa galau saat ku tahu ada selisih di antara kita. Aku tak lagi peduli…</p>
<p>Sahabat, maafkan atas pengakuanku ini, tapi mungkin ada yang butuh ku perbaiki dari diriku. Karena mungkin ku bukan diriku yang dulu, bukan aku yang slalu menangis ketika kau tak ingin berbicara padaku, atau merasa bersalah ketika engkau harus marah. Aku yang slalu meminta maaf pada salah yang bahkan bukan aku yang memulai, ku bukan bukan diriku lagi.</p>
<p>Maafkan aku sahabat….</p>
<p>Maafkan ku………T___T</p>
<p>Masih ingat sahabat setahun yang lalu??!! Ku yakin kamu takkan melupakannya. Seperti aku menyimpannya dalam memori paling internaku. Hamper 3 bulan perang dingin menghiasi hari-hari kita, bahkan menjadi topic dalam area kita. Tapi akhirnya berakhir bahagia, ku smakin belajar mengenalimu seperti belajar memahami diriku sendiri. Namun sahabat, smuanya tak mesti berjalan mulus… karena lagi-lagi hal itu kan terulang dan ironisnya aku tak lagi PEDULI…….!!!!</p>
<p>Dan sahabat tak terasa waktu membawa kita pada titik ketiga tahun persahabatan kita, banyak yang smakin berbeda dari kita, aku dan kamu seperti tali yang kapan saja bisa ter putus. Tapi juga seperti besi yang akan sulit terpisah. Ada hubungan batin yang kita lupa menghiasinya dengan sesuatu yang seharusnya. Kini kita berbeda, jalur hidup kita berbeda. Meski aku sadar bahwa bagimu aku adalah yang terbaik, begitu juga diriku menganggap dirimu. Ku hanya bisa menengadahkan jiwaku ketika aku sadari banyak hal yang menyebabkan aku jauh darimu meski secara raga bahkan kita sering berkomunikasi. Meski ku tahu hati tak lagi dekat.</p>
<p>Sahabatku, sedikit ini adalah goresan yang pernah ku catatat dalam hening ketika aku merasa sakit, bahwa <strong>kamu aku</strong> dan <strong>mereka</strong> bukan lagi adalah<strong> kita</strong>…..</p>
<p><em>Mengenang Pertengkaran di kelamnya senja</em></p>
<p><em>Makassar, March 05,10</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=37&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/05/surat-tuk-sahabatku%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/03/3093_1054437404761_1340585051_30122359_3135036_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">3093_1054437404761_1340585051_30122359_3135036_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Mencintai Suamiku&#8230;.</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/01/aku-mencintai-suamiku/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/01/aku-mencintai-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 09:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Mereka]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[Suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/01/aku-mencintai-suamiku/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya sekedar berbagi dari yang telah aku baca.. Semoga manfaat untuk kita… Amiiiiiiiiiiiin Terkhusus mereka yang lum baca *kudu! Keep Reading…….! Oh yaa ampe lupha.. Jangan lupa tissuenya yach  *dijamin bakal hiks hiks dah! ^_~ Aku Mencintaimu Suamiku Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=20&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hanya sekedar berbagi dari yang telah aku baca..</em></p>
<p><em>Semoga manfaat untuk kita… Amiiiiiiiiiiiin</em></p>
<p><em>Terkhusus mereka yang lum baca *kudu!</em></p>
<p><em>Keep Reading…….!</em></p>
<p><em>Oh yaa ampe lupha..</em></p>
<p><em>Jangan lupa tissuenya yach <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   *dijamin bakal hiks hiks dah! ^_~</em></p>
<h2><strong>Aku Mencintaimu Suamiku</strong></h2>
<p>Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.<br />
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.<br />
(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)</p>
<p>***<br />
Cinta itu butuh kesabaran…<br />
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???<br />
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..</p>
<p>Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..<br />
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..<br />
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.<br />
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp; mapan pula.</p>
<p>Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.<br />
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..<br />
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.<br />
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.</p>
<p>***</p>
<p>Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.</p>
<p>Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.</p>
<p>Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…<br />
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.<br />
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &amp; adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…</p>
<p>Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…<br />
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.<br />
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang &amp; malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.</p>
<p>Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.</p>
<p>Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.<br />
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.</p>
<p>Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.</p>
<p>Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …</p>
<p>“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.</p>
<p>Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.</p>
<p>Aku sibuk membersihkan &amp; mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.</p>
<p>Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada<br />
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”<br />
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.<br />
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.</p>
<p>***</p>
<p>Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.</p>
<p>Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.</p>
<p>Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”<br />
Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”<br />
Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”</p>
<p>“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.</p>
<p>“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.<br />
”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.</p>
<p>”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.</p>
<p>Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp; cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.</p>
<p>Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.<br />
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.<br />
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.<br />
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya</p>
<p>Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.<br />
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.<br />
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.<br />
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.</p>
<p>***</p>
<p>Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.</p>
<p>Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.</p>
<p>Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..</p>
<p>Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.</p>
<p>Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..</p>
<p>Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..<br />
Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang<br />
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…</p>
<p>Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.<br />
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.<br />
Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.<br />
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.<br />
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.<br />
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.</p>
<p>Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..<br />
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..<br />
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.<br />
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.</p>
<p>***</p>
<p>Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.</p>
<p>Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?<br />
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.</p>
<p>Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.<br />
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..<br />
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.</p>
<p>Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.</p>
<p>Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.</p>
<p>Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp; menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.</p>
<p>Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.<br />
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.</p>
<p>“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.</p>
<p>“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.</p>
<p>“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.</p>
<p>Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.</p>
<p>Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”</p>
<p>Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.<br />
Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.<br />
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..</p>
<p>***</p>
<p>Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp; adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..</p>
<p>Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.</p>
<p>Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.</p>
<p>Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.</p>
<p>Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.</p>
<p>“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.</p>
<p>”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..</p>
<p>Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.</p>
<p>Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?</p>
<p>“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.</p>
<p>Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.</p>
<p>“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.</p>
<p>Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.<br />
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“<br />
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..<br />
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau<br />
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.</p>
<p>“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.<br />
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.</p>
<p>Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.</p>
<p>‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”</p>
<p>Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.</p>
<p>Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”</p>
<p>Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”</p>
<p>Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”<br />
Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”<br />
”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.</p>
<p>Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..</p>
<p>Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?</p>
<p>Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“<br />
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.<br />
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.</p>
<p>Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”<br />
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya ken</p>
<p>apa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.</p>
<p>Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“<br />
“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.</p>
<p>Dalam sholat dan dalam tidur aku menangi</p>
<p>s. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.</p>
<p>Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.<br />
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku</p>
<p>save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”</p>
<p>Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.</p>
<p>“Apakah kamu sudah siap?”</p>
<p>Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :</p>
<p>“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.</p>
<p>Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”</p>
<p>Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…</p>
<p>“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.</p>
<p>Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.</p>
<p>Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..</p>
<p>Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.</p>
<p>Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.<br />
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.</p>
<p>Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.</p>
<p>Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.</p>
<p>Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku</p>
<p>menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.</p>
<p>Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.</p>
<p>Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?<br />
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.</p>
<p>Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.<br />
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.</p>
<p>“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”</p>
<p>Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..<br />
Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”</p>
<p>Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.</p>
<p>Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”</p>
<p>”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.</p>
<p>Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”</p>
<p>Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.</p>
<p>Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“</p>
<p>Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.<br />
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.</p>
<p>Keesokan harinya…</p>
<p>Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.<br />
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..<br />
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..<br />
Aku merasakan tanganku basah..<br />
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.</p>
<p>Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”</p>
<p>Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?</p>
<p>Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”</p>
<p>“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”</p>
<p>Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.</p>
<p>Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.<br />
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..<br />
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..<br />
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.<br />
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.</p>
<p>Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.<br />
Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?<br />
Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?</p>
<p>Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”</p>
<p>Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.</p>
<p>==========================<br />
===========================</p>
<p>Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?</p>
<p>Aku dihina oleh mereka ayah..</p>
<p>Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?</p>
<p>Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..<br />
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?<br />
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..<br />
Aku diusir dari rumah sakit.<br />
Aku tak boleh merawat suamiku.<br />
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.<br />
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.<br />
Aku sangat marah..<br />
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan</p>
<p>ibunya..</p>
<p>Aku tak mau sakit hati lagi..</p>
<p>Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..<br />
Engkau Maha Adil..<br />
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..</p>
<p>Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..<br />
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..<br />
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..<br />
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..<br />
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..<br />
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.<br />
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..<br />
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?</p>
<p>Ayah.. aku masih tak rela..</p>
<p>Tapi aku harus ikhlas menerimanya.<br />
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.</p>
<p>&#8221;Ayah.. aku kangen Ayah..&#8221;</p>
<p>================================================== ===</p>
<p>’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..</p>
<p>Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.<br />
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.’’<br />
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..</p>
<p>Bunda akan selalu hidup dihati ayah..<br />
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..</p>
<p>Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.</p>
<p>Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..<br />
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..<br />
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..<br />
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..</p>
<p>Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..</p>
<p>Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..</p>
<p>’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.</p>
<p>Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..</p>
<p>Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?</p>
<p>Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?</p>
<p>Tunggulah Ayah disana Bunda..</p>
<p>Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..</p>
<p>’’Ayah Sayang Bunda….&#8221;</p>
<p>Di copy dari <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3454356">http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3454356</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=20&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/03/01/aku-mencintai-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak &#8230;.</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/28/14/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/28/14/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 16:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sinopsis untuk sebuah cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ne Puisi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; hmm tapi tepatnya sih surat di dalam cerpenkuw&#8230;.. &#8220;D &#8220;D &#8220;D Untukmu&#8230;&#8230;.. Lelaki yang pernah ada dalam hidupku&#8230;. Cinta itu.. tak selamanya memiliki&#8230;&#8230;.. terkadang apa yg kita nalarkan akan wujud dari cinta, akan pasti adanya&#8230; tapi cinta itu misteri, cinta itu teka-teki bahkan cinta itu hanya banyangan&#8230;.. maka jangan salah jika akhirnya, hingga <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=14&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/munajat_sepertiga_malam.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-17" title="Cinta............." src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/munajat_sepertiga_malam.gif?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></div>
<div><strong>Ne Puisi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; hmm tapi tepatnya sih surat di dalam cerpenkuw&#8230;.. &#8220;D &#8220;D &#8220;D</strong></div>
<div>Untukmu&#8230;&#8230;..<br />
Lelaki yang pernah ada dalam hidupku&#8230;.</div>
<div>
<p>Cinta itu..<br />
tak selamanya memiliki&#8230;&#8230;..<br />
terkadang apa yg kita nalarkan akan wujud dari cinta, akan pasti adanya&#8230;<br />
tapi cinta itu misteri, cinta itu teka-teki bahkan cinta itu hanya banyangan&#8230;..<br />
maka jangan salah jika akhirnya, hingga detik ini pelanggaran tetangnya tak pernah henti&#8230;<span id="more-14"></span></p>
</div>
<div>Untukmu&#8230;.<br />
Lelaki yang pernah ada dalam hidupku&#8230;.</p>
<p>Cinta itu kadang membutakan kita&#8230;.<br />
Kita melihatnya putih padahal hitam, atau hitam padahal putih&#8230;<br />
hingga ketika kita tak dapat menentukannya, kita memilahnya sekehendak hati kita&#8230;.</p>
</div>
<div>Maka jangan salah jika akhirnya kita salah dalam melanggkah&#8230;.</div>
<div>untukmu&#8230;.<br />
Lelaki yang pernah ada dalam hidupku&#8230;.</p>
<p>Cinta itu mudah menyakiti&#8230;.<br />
tak salah-salah, di bisa membilah dada hingga ke ulu hati kita&#8230;&#8230;.<br />
melukai hingga mungkinkan kan bernanah&#8230;</p>
</div>
<div>Maka jangan salah jika akhirnya banyak air mata yang harus mengalir&#8230;.</p>
<p>Namun duhai&#8230;</p>
</div>
<div>lelaki yang pernah ada dalam hidupku&#8230;.</div>
<div>Cinta itu adalah anugrah yang menyemai rindu pada titah-titah Ilahi&#8230;<br />
ia titisan Rabb kita&#8230;.<br />
yang terus menerus mewarnai setiap desah nafas kita&#8230;</div>
<div>Maka jangan heran jika Sang Pemilik cinta hanya menginginkan sesuatu yang halal&#8230;.</p>
<p>Maka Duhai&#8230;.<br />
yang pernah menjadi lelakiku&#8230;&#8230;..<br />
maafkanku untuk banyak silaf yang kulaku&#8230;<br />
maafkanku untuk ucap2ku yang menyesatkan cintamu&#8230;<br />
maafkanku untuk sesuatu yang tak sewajarnya&#8230;&#8230;</p>
</div>
<div>dan maafkanku tuk mimpi yang ku tawarkan</div>
<div>Duhai&#8230;<br />
Aku sangat yakin dan sangat percaya ketulusanmu, cintamu, kebaikanmu dan sgala hal tentangmu&#8230;.<br />
dan karena itu izinkan aku mengucapkan sepatah kata ini,,,<br />
sepatah kata yang kuharap membebaskan kita dari jalan salah yang kita lewati&#8230;<br />
sepatah kata yang ku ingin membuka mata kita tentang maksiat hati yang telah kita lakukan&#8230;<br />
maafkan aku tetapi &#8220;hubungan.kita.harus.berakhir&#8221;&#8230;</p>
<p>Duhai&#8230;&#8230;..<br />
tak satupun alasan yang lebih menguatkanku selain karena ku ingin agar kita bisa lepas dari cinta tak halal ini&#8230;.</p>
<p>Maafkan aku&#8230;.dan skali lagi maafkan aku&#8230;.</p>
<p>Dengan Maaf</p>
</div>
<div>Aku</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=14&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/28/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/munajat_sepertiga_malam.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Cinta.............</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Bicara dari Hati</title>
		<link>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/23/mari-bicara-dari-hati/</link>
		<comments>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/23/mari-bicara-dari-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 00:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azmaelyahrib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[secret]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/23/mari-bicara-dari-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum&#8230; Sahabat tiada pagi seindah ini, ketika aku belajar tuk melerai lara dengan sesempurna senyum yang ku miliki, meski entah aku masih bisa bertahan ataukah tidak. tapi kepercayaan tentang kekuatan di luar uji yang diberikan membuatku tetap tegar berdiri di atas kakiku. tak banyak yang ingin ku tulis dari catatan di awal blogku ini, hanya <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=3&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;<br />
Sahabat tiada pagi seindah ini, ketika aku belajar tuk melerai lara dengan sesempurna senyum yang ku miliki, meski entah aku masih bisa bertahan ataukah tidak. tapi kepercayaan tentang kekuatan di luar uji yang diberikan membuatku tetap tegar berdiri di atas kakiku. tak banyak yang ingin ku tulis dari catatan di awal blogku ini, hanya sekedar memenuhi permintaan &#8220;tulis cepat&#8221; yang di suguhkan situs ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
Okelah&#8230; ingin sedikit kututurkan, sebab musabab mengapa lagi-lagi dan lagi-lagi aku harus membuat blog baru ini. entah, ini blog yang keberapa yang aku miliki. tapi banyak atau tidak saya rasa itu tak penting lagi&#8230;. namun alasan &#8220;mengapa buat lagi&#8221;, mungkin agaknya harus aku tuturkan&#8230;<br />
Hmmm tak banyak yang mengenalku. atau bahkan memang tak pernah mau tau tentangku, hingga agak nya lagi2 alasan akan kututurkan tak begitu penting&#8230;mungkin cukuplah untukku seorang..(jiah). so, ndak perlu z jelaskan&#8230;<br />
addedeh&#8230;. heheheh&#8230;.. ^__^v<br />
aiii sudahmiii deh! ndak tauka berkate2&#8230;suseh..!!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
wassalam..</p>
<p>Sekedar coretan awal di blog baruku (yang.kesekiannya.huffffffh.ciri2.plinplan.gak.konsisten)</p>
<p>Oh ya sedikit harapan dari blogku ini&#8230;<br />
Hmmmm&#8230;<br />
Hanya berharap aku bisa jujur dengan diriku sendiri.. heheh tak ada dusta antara hatiku dan hatimuw , tak ada SECRET di setiap baris dan lembaranya&#8230;<br />
*tapi.the.secret.blog.tetep.eksis.dong* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8230;.<br />
So, Mari bicara dari Hati&#8230;.<br />
Semoga yang di sini, di sana dan di manapun itu, bisa mengerti bahasa hatiku..<br />
*maumu itu.cuy*</p>
<div id="attachment_108" class="wp-caption aligncenter" style="width: 519px"><a href="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/lalalala.jpg"><img class="size-full wp-image-108" title="lalalala" src="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/lalalala.jpg?w=510" alt="Me"   /></a><p class="wp-caption-text">Me</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmaelyahrib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmaelyahrib.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmaelyahrib.wordpress.com&amp;blog=12190144&amp;post=3&amp;subd=azmaelyahrib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmaelyahrib.wordpress.com/2010/02/23/mari-bicara-dari-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e8cef5c2b478380cba9e31fbee307e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azmaelyahrib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://azmaelyahrib.files.wordpress.com/2010/02/lalalala.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lalalala</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
